Menu

Contoh PTK PAUD RA dan TK MENINGKATKAN KETERAMPILAN SOSIAL

March 28, 2016 | PTK PAUD TK

Contoh PTK PAUD MENINGKATKAN KETERAMPILAN SOSIALContohPTK.com,-   Menurut Purwadarminta (1976:43), Taman Kanak-Kanak (TK) adalah salah satu bentuk pendidikan dini bagi anak usia empat tahun sampai memasuki pendidikan dasar. Tujuan program kegiatan belajar di TK adalah untuk membantu perkembangan sikap, pengetahuan, keterampilan dan daya

cipta yang diperlukan oleh anak dalam menyesuaikan diri dengan lingkungan untuk pertumbuhan serta perkembangan selanjutnya. Belajar dan bermain di TK, akan mempermudah anak untuk belajar mengembangkan keterampilan sosial dan kerjasama, karena saat anak melanjutkan ke Sekolah Dasar (SD) anak dituntut memiliki keterampilan sosial dan kerjasama yang baik, karena intensitas berinteraksi lebih banyak dan harus ditanamkan dan diajarkan pada masa prasekolah.

contoh ptk alat peraga

Contoh PTK PAUD RA dan TK MENINGKATKAN KETERAMPILAN SOSIAL

Menurut Chaplin dalam Suhartini (2004:18), Keterampilan sosial merupakan bentuk perilaku, perbuatan dan sikap yang ditampilkan oleh

individu ketika berinteraksi dengan oranglain disertai dengan ketepatan dan kecepatan sehingga memberikan kenyamanan bagi orang yang berada di sekitarnya. Anak yang menguasai keterampilan sosial, diharapkan belajar untuk menyesuaikan diri terhadap norma kelompok, karena keterampilan sosial merupakan salah satu aspek perkembangan anak yang sangat penting

dalam menentukan keberhasilan anak untuk memulai dan memiliki hubungan sosial. Selain itu kemampuan anak dalam kerjasama juga penting untuk suatu kegiatan atau pergaulan berkelompok.

Kerjasama menurut Saputra (2005:39) adalah gejala saling mendekati untuk mengurus kepentingan bersama dan tujuan yang sama. Perkembangan keterampilan sosial anak dan kerjasama sangat dipengaruhi oleh kondisi anak dan lingkungan sosialnya, baik orang tua, teman sebaya, dan masyarakat sekitar. Apabila kondisi anak dan lingkungan sosial dapat memfasilitasi atau memberikan peluang terhadap perkembangan anak secara positif maka anak akan dapat mencapai keterampilan sosial dan kerjasama yang baik, akan tetapi

apabila lingkungan sosial itu kurang kondusif cenderung anak akan menampilkan perilaku yang kurang baik. Kebanyakan anak merasa kesulitan dalam berinteraksi dengan teman, Guru maupun orang yang baru dikenalnya.

Anak memiliki perkembangan keterampilan sosial dan kerjasama dengan baik, apabila orangtua memberikan pola asuh yang baik, namun

kebanyakan para orang tua sering beranggapan bahwa keterampilan sosial kerjasama anaknya tidaklah begitu penting untuk diperhatikan dalam kehidupannya. Hal ini dikarenakan anak akan dapat belajar dengan sendirinya untuk berinteraksi secara baik dengan teman, saudara atau orang lain.

Orangtua beranggapan bahwa memasukkan anak ke sekolah atau ke lembaga pendidikan sudah cukup untuk membentuk keterampilan sosial dan kerjasama, padahal keterampilan sosial dan kerjasama anak juga diperoleh di dalam

keluarga dan lingkungan sekitar. Orangtua tidak menyadari bahwa sekolah maupun lembaga pendidikan yang diberikan kepada anak belum tentu dapat membentuk perkembangan keterampilan sosialnya dan kerjasama secara baik, karena kebanyakan sekolah dan lembaga pendidikan tersebut lebih mengedepankan tujuan bagaimana peserta didiknya menjadi pintar dan cerdas (kognitif) tanpa memperhatikan bagaimana perkembangan keterampilan sosial dan kerjasama peserta didiknya. Oleh karena itu para orangtua sebaiknya tidak melepaskan tanggungjawabnya dalam hal membentuk perkembangan keterampilan sosial dan kerjasama anak.

Seorang Guru TK seharusnya selalu bersedia bermain dengan anak dan tidak menganggap aktivitas bermain sebagai hal yang sia-sia. Guru juga dituntut untuk bersungguh-sungguh dalam mengembangkan seluruh aspek perkembangan anak melalui bermain dan permainan.

Contoh PTK PAUD RA dan TK MENINGKATKAN KETERAMPILAN SOSIAL

Berdasarkan hasil observasi di TK , ditemukan kurangnya keterampilan sosial dan kerjasama anak. Ada dua anak yang masih ditunggui orangtuanya, beberapa anak masih merajuk dan merengek, anak laki-laki sering menggangu dan membuat temannya marah, anak tidak sabar menunggu giliran ketika melakukan kegiatan, anak kurang kerjasama ketika bermain dan melakukan kegiatan secara berkelompok.

Salah satu penyebab masih kurangnya keterampilan sosial dan kerjasama anak adalah metode pengajaran kurang memiliki variasi dalam

bermain, serta pembagian tugas kepada anak seringkali bersifat individual atau tidak berkelompok. Proses pembelajaran tanpa adanya kegiatan bermain akan mengakibatkan anak cepat bosan dan jenuh di kelas sehingga diperlukan upaya yang baru untuk meningkatkan keterampilan sosial dan kerjasama anak agar lebih optimal yaitu dengan bermain Angin Puyuh.

Bermain Angin Puyuh adalah salah satu jenis kegiatan bermain yang

diajarkan kepada anak untuk mengembangkan keterampilan sosial dan

kerjasama, karena permainan ini merupakan jenis permainan terpimpin yang

membutuhkan kerjasama dalam kelompok. Sehingga anak harus berinteraksi

dengan teman untuk menyelesaikan permainannya. Jika anak saling

berinteraksi dengan teman, dan bekerjasama maka akan terlihat keterampilan

sosial anak.

Untuk meningkatkan keterampilan sosial dan kerjasama pada anak

Taman Kanak-kanak melalui permainan ini, pelaksanaannya di sekolah dimasukkan kegiatan pembelajaran. Adapun dalam pelaksanaannya di sekolah tidak menutup kemungkinan akan menemui hambatan. Kendala-kendala yang

mungkin muncul pada saat anak-anak melakukan permainan ini misalnya

pemahaman orang tua dan guru yang kurang mendukung terhadap aktivitas

bermain yang dilakukan oleh anak.

Berdasarkan latar belakang tersebut maka peneliti memilih judul

meningkatkan keterampilan sosial dan kerjasama anak dalam bermain angin

puyuh ( PTK Kelompok B di TK )

Related For Contoh PTK PAUD RA dan TK MENINGKATKAN KETERAMPILAN SOSIAL