Menu

Contoh PTK PAUD MELALUI METODE BERMAIN BOWLING ARITMATIKA

March 28, 2016 | PTK PAUD TK

Contoh PTK PAUD MELALUI METODE BERMAIN BOWLING ARITMATIKA ContohPTK.com,- PAUD menjadi sangat penting mengingat potensi kecerdasan dan dasar dasar perilaku seseorang terbentuk pada rentan usia 0-8 tahun. Sedemikian pentingnya masa ini sehingga usia dini sering disebut sebagai the golden age (usia emas). Berbagai hasil penelitian menyimpulkan bahwa perkembangan yang diperoleh pada usia dini sangat mempengaruhi perkembangan anak pada tahap  berikutnya dan meningkatkan produktivitas kerja dimasa dewasa.

DIBUATLAH Contoh PTK PAUD MELALUI METODE BERMAIN BOWLING ARITMATIKA LENGKAP .DOC BERJUDUL  PENERAPAN METODE BERMAIN BOWLING ARITMATIKA UNTUK MENGEMBANGKAN KEMAMPUAN KOGNITIF (Penelitian Tindakan Kelas Kelompok B di TK )

Contoh PTK PAUD MELALUI METODE BERMAIN BOWLING ARITMATIKA

Contoh PTK PAUD MELALUI METODE BERMAIN BOWLING ARITMATIKA

Perlu dipahami bahwa anak memiliki potensi untuk menjadi lebih baik dimasa mendatang, namun

potensi tersebut hanya dapat berkembang manakala diberi rangsangan, bimbingan,

bantuan dan perlakuan yang sesuai dengan tingkat pertumbuhan dan

perkembangan. Anak usia dini (0-8 tahun) memiliki kemampuan belajar yang luar

biasa. Khususnya pada masa kanak-kanak awal. Keinginan anak untuk belajar

menjadikan dia aktif dan eksploratif. Anak belajar dengan menggunakan seluruh

panca inderanya untuk dapat memahami sesuatu, dan dalam waktu singkat ia akan

beralih ke hal yang lain untuk dipelajari. Lingkunganlah yang kadang menjadikan

anak terhambat dalam mengembangkan kemampuan belajarnya. Bahkan

seringkali lingkungan mematikan keinginan untuk berekplorasi (Trianto, 2010:5).

Pada anak usia 4-6 tahun kemampuan kognitif semakin baik. Begitu anak

mampu mengenal angka dengan baik maka akan segera diikuti proses belajar anak

dengan cara berhitung. Anak akan mencoba apa saja yang ia saksikan. Mencoba

yang tiada putus selalu mencoba. Saat demikian kognitif anak akan berkembang

pesat dan keinginan anak untuk belajar semakin tinggi. Anak belajar melalui

bertanya dan berkomunikasi. Pada usia ini anak peka terhadap aspek

perkembangan kognitif anak. Anak usia sensitif menerima berbagai upaya

perkembangan seluruh potensinya. Masa peka adalah masa terjadinya pematangan

fungsi-fungsi fisik psikis dan fisik yang merespon stimulus lingkungan dan

mengasimilasi/menginternalisasikan ke dalam pribadinya. Masa ini merupakan

masa awal perkembangan kemampuan anak. Sangat diperlukan kondisi dan

stimulus yang sesuai dengan kebutuhan anak agar pertumbuhan dan perkembangannya tercapai secara optimal. Tanda bahwa anak berkembang

dengan optimal menunjukkan perilaku sehari-hari yang akan menjadi kebiasaan

anak. Dengan adanya kebiasaan itulah anak menjadi lebih kreatif dengan

kebiasaan yang baik terutama (Susanto, 2011:35).

Taman kanak-kanak adalah pendidikan anak usia dini pada jalur formal.

Pendidikan taman kanak-kanak bertujuan membantu anak didik mengembangkan

berbagai potensi baik psikis dan fisik yang meliputi moral dan nilai-nilai agama,

sosial, emosional, kognitif, bahasa, fisik motorik kemandirian dan seni untuk

mempersiapkan memasuki pendidikan dasar. Pengembangan kemampuan kognitif

anak di TK bertujuan untuk mengembangkan kemampuan berfikir agar anak dapat

mengolah perolehan belajarnya, dapat menemukan bermacam-macam alternatif

pemecahan masalah, membantu anak dalam mengembangkan mengembangkan

kemampan logika matematikanya. Terkadang kemampuan logika ini disebut juga

sebagai kemampuan berfikir anak. Piaget menjelaskan bahwa kemampuan anak

untuk beradaptasi dengan lingkungan sudah dirintis sejak kecil sejalan dengan

perkembangan anak usia PAUD sudah dapat mengenal lingkungan sekitarnya.

Perkembangan kognitif anak usia TK menurut Piaget berada pada tahap pra

operasional. Pada tahap ini, pemikiran anak masih didominasi oleh hal-hal yang

berkaitan dengan aktivitas fisik dan pengalamnnya sendiri sekalipun yang ada

dalam pikirannya tidak selalu ditampilkan lewat tingkah laku nyata (Trianto,

2010: 26).

Lihat Juga

Contoh PTK PAUD KARTU HURUF BERGAMBAR
Contoh PTK PAUD MEDIA FINGER PAINTING

Contoh PTK PAUD Melalu Kegiatan Mozaik

Keterampilan akan berguna dalam merencanakan dan mengembangkan

seluruh aspek perkembangan anak melalui kegiatan bermain sambil belajar, belajar seraya bermain. Seorang guru TK seharusnya selalu bersedia bermain

dengan anak dan tidak menganggap aktifitas bermain sebagai hal yang sia-sia.

Guru juga dituntut untuk bersungguh-sungguh mengembangkan seluruh aspek

perkembangan anak melalui kegiatan sosial yaitu guru dapat mengarahkan anak

untuk bekerjasama dengan temannya, anak dapat melakukan kegiatan tersebut

dengan tidak terpaksa sedangkan guru memberikan motivasi kepada anak dan

bantuan agar kegiatan mengenal angka pada anak dapat tercapai dengan baik

Permainan adalah alat yang digunakan sebagai media untuk

mengembangkan tingkat kreatifitas anak. Dengan adanya permainan anak akan

menjadi lebih semangat atau anak lebih tertarik. Dengan metode bermain

menjadikan anak lebih bisa berpikir kritis dan mampu memecahkan masalah yang

akan dihadapi. Bisa juga anak lebih mampu berpikir kritis bagaimana upaya untuk

mendapatkan hasil yang lebih baik. Karena dalam permainan ini anak akan

mencoba untuk melakukan permainan, contohnya anak akan penasaran dan mau

mencoba untuk memainkan permainan itu. Banyak upaya yang dilakukan anakanak

untuk permainan itu. Dengan adanya permainan mengenal konsep angka

anak lebih suka atau lebih merasa penasaran. Permainan mengenal konsep ini

akan dapat berkolaborasi dengan teman bermain, orang tua, guru atau bendabenda

sekitar, yang sekiranya dapat memberikan strategi dalam permainan

mengenal angka. Anak dapat pengembangan sosial lewat dari lingkungan yang berupa dorongan semangat/motivasi dapat menumbuhkan perkembangan

kemampuan mental anak (Mayke. S, 2001:10).

Permainan menurut Mayke. S, 2010:15 mengarahkan anak tumbuh dan

berkembang pada seluruh aspek-aspek perkembangan dirinya arti permainan bagi

anak sangatlah berpengaruh pada anak dalam pengenalan kemampuan mengenal

konsep angka terutama pada aspek kognitif. Pembelajaran dengan bermain

mempermudah anak untuk berpikir logis atau menyelesaikan masalah. Permainan

yang dapat membuat anak senang dengan alat peraga yang akan dapat

memperlancar kreatif anak dalam mengenal konsep angka.

Aktivitas berhitung di Taman Kanak-kanak merupakan salah satu

penguasaan aspek kognitif. Pembelajaran matematika permulaan pada anak yang

bertujuan untuk memahami, mengenal konsep bilangan melalui eksplorasi dengan

benda-benda konkret sebagai pondasi yang kokoh bagi anak dalam

mengembangkan kemampuan matematika pada tahap selanjutnya (Alimin,

1996:36).

Pengembangan kognitif atau logika-matematika di Taman Kanak-kanak

merupakan suatu cara pemberian rangsangan pendidikan yang dilakukan melalui

permainan berhitung, yang bertujuan untuk menstimulasi kemampuan berpikir

anak melalui aktivitas yang dirancang sesuai dengan tahapan perkembangan,

sehingga anak memiliki kesiapan untuk belajar matematika pada jenjang

selanjutnya menurut Perkembangan kognitif anak usia 5-8 tahun menurut Copley dan Wortham

(Sriningsih, 2008:32) perkembangan kognitif anak mulai bergerak dari tahap praoperasional

menuju tahap operasional konkrit atau disebut juga dengan masa

transisi. Proses berpikir anak usia 5-8 tahun merupaan masa peralihan dari

pemahaman konkrit menuju pengenalan lambang yang abstrak, dimana benda

konkrit itu masih ada dan mulai dikanalkan bentuk lambangnya.

Berdasarkan hasil observasi di Taman Kanak-kanak, ditemukan anak yang

mengalami kesulitan dalam memahami konsep matematika melalui pembelajaran

bowling aritmatika. Pemahaman konsep anak masih sebatas mengingat sehingga

ketika anak diminta untuk mengaplikasikan kedalam permainan, masih ditemukan

anak mengalami kesulitan. Anak cenderung verbalisme. Anak dapat menyebutkan

bilangan yang dimaksud tetapi ketika dihadapkan kepada permasalahan benda

konkrit anak tidak dapat mengasosiasikan antara bilangan yang disebut dengan

jumlah benda yang ditunjukkan anak. Ditemukan pula 15 anak yang masih

mengalami kesulitan dalam memahami konsep benda yang jumlahnya lebih

banyak, lebih sedikit, sama banyak, anak mampu menyebutkan bilangan dari 1

sampai 10 bahkan lebih, tetapi anak tidak tahu simbol bilangannya. Hampir 75%

dari 20 anak yaitu 5 anak ketika diminta untuk menghitung banyak benda. Anak

masih belum tepat dalam menunjukkan gambar sehingga hasil hitungan anak

menjadi salah. Padahal kemampuan berhitung merupakan kemampuan dasar yang

diperlukan untuk tahapan berhitung selanjutnya (14 Juli 2012, 08.00 WIB).

Salah satu penyebab masih rendahnya kemampuan berhitung di Taman

Kanak-kanak adalah penggunaan metode maupun pendekatan yang kurang tepatdan masih bersifat konvensional, formal dan lebih sering menggunakan

worksheet/majalah. Anak cenderung hanya menghafal, mengingat simbol, tanpa

memahami konsep bilangan itu sendiri. Anak kurang dilibatkan dalam melihat,

merasakan dan melakukan dengan tangan mereka sendiri. Anak hanya melakukan

tugas-tugas yang disuruh yang diinstruksikan guru tanpa memberikan kesempatan

kepada anak untuk mengemukakan gagasan dan kreatifitas berpikir, hal tersebut

berdampak pada rendahnya kemampuan anak dalam memahami konsep

matematika. Proses belajar tanpa melibatkan proses mental anak akan mengakibatkan anak

merasa jenuh, cepat bosan, tidak kreatif dalam berpikir dan tumbuh sikap negatif

pada diri anak terhadap aktivitas belajar matematika. Belajar matematika

dipersepsikan sebagai tugas atau beban yang menyiksa karena anak dikondisikan

hanya untuk mengikuti apa yang diperintah guru/orangtua inginkan. Meskipun

setiap hari anak melihat, menunjuk dan menyebutkan angka-angka dari satu

sampai sepuluh bahkan lebih, tapi anak tidak membuat anak menjadi cepat

memahami konsep bilangan. Hal tersebut menunjukkan bahwa aktivitas beljar

anak kurang bermakna.

tags: , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , ,

Related For Contoh PTK PAUD MELALUI METODE BERMAIN BOWLING ARITMATIKA