Menu

Contoh PTK Bahasa Indonesia kelas X SMA Menemukan Ide Pokok

March 25, 2016 | PTK Kelas 10, PTK SMA

 Contoh PTK Bahasa Indonesia kelas X SMA Menemukan Ide Pokok- ContohPTK.com – Pembelajaran membaca merupakan sarana pengembangan bagi keterampilan berbahasa lainnya. Tujuan pembelajaran tersebut dapat tercapai apabila penguasaan keterampilan membaca terus dilatih dan ditingkatkan. Nurhadi (2005b:11) mengemukakan beberapa hal untuk meningkatkan kemampuan membaca, yaitu (1) menyadari adanya berbagai variasi tujuan membaca yang berbeda dari satu kegiatan membaca dengan kegiatan membaca lain; (2) selalu merumuskan secara jelas setiap kegiatan membaca, minimal tahu apa yang akan diperolehnya dari membaca; (3) perlu mengembangkan berbagai strategi membaca selaras dengan ragam tujuan membaca; (4) perlu latihan membaca dengan berbagai variasi tujuan membaca; dan (5) menyadari bahwa seseorang yang mempunyai daya baca tinggi akan mampu memanfaatkan teknik membaca yang bervariasi sejalan dengan tujuan membaca yang ingin dicapainya.

Dan judul PTK untuk Contoh PTK Bahasa Indonesia kelas X SMA Menemukan Ide Pokok yaitu Upaya Meningkatkan KETERAMPILAN MEMBACA CEPAT UNTUK MENEMUKAN IDE POKOK DENGAN TEKNIK SKIPPING AYUNAN VISUAL SISWA KELAS X SMA NEGERI  atau juga Penggunaan TEKNIK SKIPPING AYUNAN VISUAL untuk Meningkatkan KETERAMPILAN MEMBACA CEPAT UNTUK MENEMUKAN IDE POKOK pada SISWA KELAS X SMA NEGERI …..

contoh ptk bahasa indonesia kelas x.png

Contoh PTK Bahasa Indonesia kelas X SMA Lengkap Menemukan Ide Pokok

Pemerintah melalui Dinas Pendidikan Nasional membuat kebijakan untuk mengajarkan membaca di sekolah mulai tingkat SD sampai dengan tingkat SMA. Pembelajaran membaca yang diajarkan dalam Contoh PTK Bahasa Indonesia kelas X SMA untuk siswa kelas X SMA adalah membaca lanjutan (membaca cepat 250 kpm dan menemukan ide pokok). Membaca lanjutan merupakan kelanjutan dari membaca menengah. Sesuai kurikulum, standar kompetensi awal pada siswa kelas X SMA adalah membaca berbagai teks bacaan nonsastra dengan berbagai teknik membaca (Kurikulum Standar Isi 2006). Untuk mencakupi standar tersebut, siswa perlu diajari membaca cepat sekaligus dapat menemukan ide pokok dalam teks bacaan. Mengingat masing-masing siswa mempunyai irama perkembangan dan kematangan yang berbeda-beda, maka guru dituntut dapat memilih dan menggunakan teknik-teknik membaca dalam kegiatan belajar mengajar secara optimal (Haryadi 2006a:6).

Dari survei pendahuluan yang penulis laksanakan untk Contoh PTK Bahasa Indonesia kelas X SMA Menemukan Ide Pokok meliputi observasi dan wawancara dengan guru dan siswa di kelas X untuk mengungkapkan permasalahan yang dihadapi siswa, diperoleh data keadaan siswa dan kemampuan siswa, karateristik siswa, dan keinginan siswa sebagai berikut. Pertama, berdasarkan wawancara dengan siswa menyatakan pernah belajar membaca namun mereka belum pernah belajar membaca cepat dengan suatu

teknik. Guru masih menerapkan proses pembelajaran konvensional yaitu guru berceramah dan siswa mengerjakan tugas. Guru hanya mengajarkan siswa untuk membaca tanpa disertai dengan teknik yang dapat memudahkan siswa untuk membaca dengan cepat serta dapat menemukan ide pokok bacaan dengan cepat pula. Kedua, berdasarkan keterangan guru dan hasil observasi, kemampuan membaca siswa masih dalam tahap per kata. Ketiga, berdasarkan keterangan guru, siswa jika diberi pelajaran membaca tampak kurang berminat dan kurang tertarik dengan bacaan yang disajikan. Keempat, berdasarkan hasil wawancara dengan siswa, mereka ingin pembelajaran yang menyenangkan. Selama ini siswa menganggap pembelajaran membaca sangat membosankan.

dibuatlah Contoh Laporan PTK Bahasa Indonesia kelas X SMA Lengkap

Berdasarkan keadaan tersebut, perlu diupayakan cara untuk meningkatkan keterampilan membaca khususnya membaca cepat untuk menemukan ide pokok. Rendahnya keterampilan membaca cepat untuk menemukan ide pokok juga diketahui setelah dilakukan tes awal membaca cepat untuk menemukan ide pokok. Dari hasil tes diketahui rata-rata membaca siswa sebesar 171 kpm, rata-rata tersebut masuk dalam kategori lambat dan belum dinyatakan tuntas karena guru mata pelajaran Bahasa dan Sastra Indonesia mematok standar ketuntasan minimal siswa sebesar 250 kpm. Hasil tes pemahaman ide pokok juga masuk dalam kategori cukup yaitu sebesar 44,63, nilai tersebut belum memenuhi standar ketuntasan minimal yang telah ditetapkan oleh guru mata pelajaran Bahasa dan Sastra Indonesia yaitu sebesar 70. Dilakukan tes awal keterampilan membaca cepat untuk menemukan ide pokok memperkuat hasil wawancara dan observasiterhadap siswa kelas X sehingga dapat ditarik kesimpulan bahwa tingkat keterampilan membaca cepat untuk menemukan ide pokok siswa kelas X masih rendah.

Hasil studi para ahli membaca di Amerika mengungkapkan, kecepatan yang

memadai untuk siswa tingkat akhir sekolah dasar kurang lebih 200 kpm, siswa

lanjutan tingkat pertama antara 200-250 kpm, siswa tingkat lanjutan atas antara

250-325 kpm, dan tingkat mahasiswa 325-400 kpm dengan pemahaman isi bacaan

minimal 70 %. Adapun di Indonesia KEM minimal untuk klasifikasi membaca

adalah SD (140 kpm), SLTP (140-175 kpm), SMU (175-245 kpm), dan PT (245-

280) (Subyantoro dkk, 2002:33).

Rendahnya tingkat keterampilan siswa dalam membaca cepat untuk

menemukan ide pokok juga disebabkan oleh perilaku siswa yang kurang baik

selama proses pembelajaran membaca cepat. Perilaku siswa yang kurang baik

yaitu siswa menganggap mudah pembelajaran membaca karena siswa

beranggapan bahwa membaca merupakan kegiatan yang mudah dilakukan

sehingga tidak memerlukan tingkat perhatian dan konsentrasi yang lebih. Selain itu, kebiasaan-kebiasaan yang salah dalam membaca juga masih banyak dilakukan

antara lain vokalisasi, mengangkat teks, dan menyangga kepala.

Melihat kenyataan di atas, perlu diadakan upaya peningkatan keterampilan

membaca cepat untuk menemukan ide pokok dan perubahan perilaku siswa

menjadi lebih baik. Teknik skipping ayunan visual dapat digunakan untuk

meningkatkan keterampilan membaca cepat untuk menemukan ide pokok. Teknik

skipping ayunan visual merupakan teknik baca loncat dari bagian yang penting ke

bagian penting lainnya secara cepat dan tepat. Dengan mengayunkan mata secara

cepat dan tepat, siswa dapat membaca secara cepat dan menemukan ide pokok

secara cepat pula.

Masalah yang dihadapi siswa dalam pembelajaran membaca cepat untuk menemukan ide pokok siswa harus segera diatasi. Apabila permasalahan kurang meningkatnya keterampilan membaca siswa khususnya membaca cepat untuk

menemukan ide pokok, tidak segera diatasi akan berakibat kurang berkembangnya tingkat keterampilan membaca cepat untuk menemukan ide pokok siswa. Keterampilan membaca merupakan keterampilan yang berjenjang yang tentu saja  setiap jenjang pendidikan terdapat kemajuan tingkat jenjang keterampilan. Hal tersebut menuntut adanya peningkatan keterampilan membaca siswa untuk menghadapi jenjang keterampilan membaca yang semakin kompleks. Penggunaan teknik skipping ayunan visual pada pembelajaran membaca cepat untuk menemukan ide pokok dapat membantu guru dalam penyusunan strategi pembelajaran yang nantinya diharapkan mampu meningkatkan keterampilan membaca cepat untuk menemukan ide pokok siswa.

Related For Contoh PTK Bahasa Indonesia kelas X SMA Menemukan Ide Pokok